Home  |  About me  | 

Saturday, August 9, 2008

Perencanaan Pasca-sekolah

Akhirnya kelas tiga juga, dan tidak lain dan tidak bukan hal yang mugkin dirasakan oleh semua anak kelas tiga di seluruh Indonesia, mau kemana setelah lulus SMA nanti????

Dan pertanyaan ini tidak hanya ada pada dalam diri dari anak tersebut, tapi juga pertanyaan ini keluar dari sanak famili, terutama para keluarga dekat yang berlatar-belakang pendidikan yang tinggi, terkadang yang paling mengesalkan adalah mereka terkesan lebih sibuk dibandingkan dengan orang tua kita. Terkadang ini meruapakan hal yang cukup memberatkan dan membebankan pikiran, tapi bila di telaah lebih jauh, manfaatnya terasa juga, selain memang niat mereka yang baik, dorongan-dorongan seperti itu dirasa sangat perlu untuk kemajuan untuk diri kita pribadi.

Kembali ke topik, sebagai manusia normal pasti kita menginginkan jurusan yang nantinya kita pilih nanti  adalah jurusan yang merupakan favorit, sekarang favorit yang bagaimana? tentunya pengertian favorit disini adalah jurusan yang nantinya dapat menghasilkan lumbung emas bagi kita, dan kalau bisa jurusan ini memang benar-benar bakat dan minat, sehingga dalam menjalaninya nanti akan berjalan secara maksimal.

Untuk mewujudkanya kita wajib belajar dan berlatih untuk dapat mewujudkanya, usaha dan kerja keras adalah jawabanya. Semakin tinggin yang ingin kita capai maka semakin besar pula usaha yang harus kita keluarkan. Jangan hanya menunggu dirumah, menunggu hingga waktu ujian tiba. Karena tidak mungkin kita akan mendapatkan sesuatu tanpa usaha, kalaupun ada kita tidak akan pernah merasa  puas apabila semua itu bukan berasal dari diri kita sendiri. Salah satu dari usaha kita adalah persiapan baik dari segi akademis dan yang tidak kalah pentingnya adalah faktor kesehatan. Semua itu dipadukan dengan cara kita masing-masing, menemukan metode belajar, berkonsultasi dengan orang-orang yang berpengalaman , dsb.

Setelah menentukan kemana kita akan melangkah selanjutnya dan melakaukan persiapan dengan sematang-matangnya, kita belum tentu bisa langsung mewujudkannya, manusia bisa berusaha tetapi Allah-lah yang menentukanya. Jadi kembali lagi ditinjau dari aspek kerohanian, jangan lupa untuk selalu berdo'a, karena orang yang berusaha tanpa adanya do'a adalah orang yang sombong, tetapi sebaliknya berdo'a tanpa adanya usaha adalah orang  yang bodoh. Jadi perpaduan antara keduanya adalah pilihan yang baik dan mudah-mudahan menjadi kunci untuk membuka pintu kesukesan kita kedepan, Amin

0 comments: